Diplomasi Terbuka dan Praktek Spionase

  • Penulis : Prof. (Emeritus) Dr. Tulus Warsito, M.Si.
  • ISBN : 978-634-7223-22-7
  • Tahun Terbit : 2026
  • Jumlah Halaman : 344
  • Sinopsis :
    Konsep negara-bangsa yang diamanahkan oleh perjanjian West Phalia 1648 menggeser model hubungan antar negara yang semula dilakukan antar-kerajaan yang berbasis pada kedaulatan bahasa, menjadi antara pemerintahan negara-bangsa yang dilengkapi dengan lembaga parlemen dan yudikatif yang menandingi kekuasaan raja.
    Perubahan semacam itu, secara sederhana, mengubah pola diplomasi antar negara yang semula hanya antara raja saja(yang terbatas dan tertutup) menjadi diplomasi antara berbagai lembaga pemerintah, bahkan juga antar masyarakat, yang semakin terbuka.
    Di satu sisi Diplomasi Terbuka menuntut keterbukaan proses dan hasil diplomasi yang semakin transparan, di sisi lain keterbukaan informasi tidak mungkin secara 100% benar-benar bermanfaat bagi negara maupun masyarakat. Setiap pihak, baik negara maupun warganegara, berhak menyimpan informasinya sebagai rahasia. Ketegangan antara tuntutan keterbukaan diplomasi dan keniscayaan menyimpan rahasia itulah yang memunculkan praktek spionase (mata-mata).