Rivalitas AS dan China Dewasa Ini

  • Penulis : Prof. Dr. Bambang Cipto, MA
  • ISBN : 978-634-7223-00-5 (PDF)
  • Tahun Terbit : 2025
  • Jumlah Halaman : 106
    Sinopsis :
    Buku Rivalitas AS vs China Dewasa Ini mengulas secara komprehensif tentang persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China dalam berbagai bidang kehidupan global. Rivalitas ini mencakup bidang sains dan teknologi, industri militer, energi hijau, bioteknologi, pendidikan tinggi, hingga pengaruh geopolitik di berbagai kawasan seperti Timur Tengah, Global South, dan Indo Pasifik.
    China, di bawah kepemimpinan Xi Jinping, menunjukkan ambisi besar untuk mengejar dan melampaui dominasi AS, khususnya melalui penguatan di bidang sains dan teknologi. Investasi besar-besaran dalam pengembangan semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), serta inovasi energi bersih menjadikan China sebagai kekuatan baru yang menantang hegemoni teknologi AS. Dalam bidang semikonduktor, China berhasil meningkatkan produksi domestiknya secara signifikan sebagai respons atas pembatasan ekspor teknologi dari AS.
    Di sisi lain, AS merasa terancam oleh kebangkitan China dan menanggapi dengan berbagai langkah proteksionis seperti peningkatan tarif impor, pembatasan kerja sama riset, serta pembentukan undang-undang yang membatasi keterlibatan entitas China dalam proyek teknologi tinggi dan riset yang didanai federal. Hal ini juga mencakup upaya untuk memblokir akses perusahaan China seperti BGI Group dalam sektor bioteknologi karena alasan keamanan nasional.
    Buku ini juga membahas keberhasilan China dalam memimpin revolusi teknologi hijau dunia. China kini menjadi produsen utama mobil listrik, panel surya, dan baterei lithium-ion. Keberhasilan ini berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dan memperkuat posisinya sebagai aktor penting dalam transisi energi global.
    Dalam bidang militer, China terus memperkuat kekuatan angkatan bersenjatanya dengan modernisasi besar-besaran, termasuk pengembangan teknologi berbasis AI dan sistem senjata hypersonic. Anggaran pertahanan China terus meningkat, dan target jangka panjangnya adalah membangun militer kelas dunia pada tahun 2049. Langkah ini semakin memperuncing ketegangan, khususnya di kawasan seperti Selat Taiwan yang strategis.
    Di bidang pendidikan tinggi, persaingan juga semakin terasa, dengan China menghasilkan lebih banyak doktor bidang STEM dibanding AS dan menjadi pemimpin dalam publikasi ilmiah serta paten teknologi.
    Buku ini menggambarkan bahwa rivalitas antara kedua negara tidak hanya sebatas perebutan dominasi ekonomi dan teknologi, tetapi juga mencerminkan benturan nilai dan visi tentang tatanan dunia masa depan. Kedua negara bersaing memperebutkan pengaruh global sambil berusaha mempertahankan posisi strategis masing-masing dalam dinamika geopolitik yang terus berubah.
    Dengan pendekatan analitis dan didukung data terkini, buku ini menawarkan wawasan penting bagi siapa saja yang ingin memahami karakter dan arah rivalitas antara dua kekuatan besar dunia ini.